Tampilkan postingan dengan label Ilmu Alamiah Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Alamiah Dasar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2013

Peran IPTEK Terhadap Bidang Sosial dan Budaya

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.

Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia

Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.

Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan  membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan.

Dampak positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang:
Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat
1.      Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
2.      Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh.  Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
3.      Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.   Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

Pola interaksi antar manusia yang berubah      Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

 bangsa Indonesia juga menyadari bahwa pengembangan iptek, di samping membawa dampak positif, juga dapat membawa dampak negatif bagi nilai sosial dan budaya yang sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia.  Sebagai bangsa yang telah memilih untuk tidak menganut faham sekuler, sebaiknya kita mengikutsertakan agama sebagai pedoman agar kita hidup tetap pada jalur yang benar, agama mempunyai kedudukan yang penting juga dalam masyarakat Indonesia.  Oleh karena itulah diharapkan agar pengembangan iptek di Indonesia tidak akan bertabrakan dengan nilai-nilai agama, sosial dan budaya luhur bangsa.




Source:
Hidayati, khairul. (2007). Ilmu pengetahuan sosial sosiologi jilid 3. Jakarta: Esis

Minggu, 19 Mei 2013

Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Perkembangan Manusia

Manusia tidak dapat dipisahkan dari teknologi; teknologi terkandung didalam dirinya dan didalam cara-cara hidupnya dalam masyarakat. Sebaliknya teknologi tidak dapat terlepas dari manusia, teknologi itu hanya ada karena diciptakan oleh manusia. Kemampuan berpikir manusia yang sistimatis, analitis, mendalam dan berjangka panjang menghasilkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan melahirkan teknologi, yaitu cara-cara berdasar ilmu untuk menghasilkan barang atau jasa. Manusia memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan proses-proses nilai tambah yaitu proses-proses merubah bahan mentah dan barang-barang setengah jadi menjadi barang-barang jadi yang memiliki nilai yang lebih tinggi. Teknologi penting karena merupakan penggerak utama proses nilai tambah tersebut. Sedangkan proses nilai tambah itu sendiri merupakan proses kompleks yang berjalan terus menerus dan hanya dapat dikatakan berhasil jika pemanfaatan mesin-mesin, ketrampilan manusia, dan material sepenuhnya dapat diintegrasi oleh teknologi sehingga menghasilkan produk barang dan jasa yang bernilai lebih tinggi dari nilai material dan masukkan lainnya. Karena sifat integratif inilah maka dalam suatu proses ekonomi apapun juga, teknologi merupakan unsur yang paling menentukan dalam proses nilai tambah. Semakin effisien dan produktif proses-proses nilai tambah, semakin meningkat taraf hidup masyarakatnya. Taraf hidup manusia yang meningkat melahirkan cara-cara berpikir, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang lebih maju lagi. Dan demikian seterusnya.

iptek adalah singkatan dari kata ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman.
Di dunia Iptek berkembang layaknya pesawat jet yang serba cepat. Perkembangan Iptek juga tidak terkontrol sehingga masyarakat menjadi terbawa arus modernisasi. Akibatnya masyarakat terjadi perubahan besar-besar sampai menghilangkan kebudayaan aslinya. Iptek adalah bagian dari kebudayaan manusia. Penciptaannya ditujukan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas kehidupannya. Coba kalian perhatikan temuan manusia berupa mobil, ini ditujukan untuk membantu manusia dalam menjalankan aktivitas transportasinya, sehingga jarak yang jauh dapat ditempuh dengan waktu yang singkat. Contoh lainnya adalah penemuan komputer yang dapat membantu manusia berkomunikasi secara mudah walaupun jaraknya sangat jauh sekali. Penemuan-penemuan Iptek iniah yang nantinya akan menjadi pembahasan para antropolog. Oleh karena itu, Iptek dapat membawa perubahan kebudayaan secara mutlak di masyarakat.
 
 Dampak IPTEK terhadap Industri

Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positif dan negatifnya antara lain:
  • Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
  • Terjadinya industrialisasi
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
  • Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
  • Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
  • Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan.
  • Boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant.







Source :
1.  http://fatsuardi.blogspot.com/2012/11/makalah-perkembangan-iptek-di-bidang.html
2.  http://barrontechnology.blogspot.com/2010/03/perkembangan-teknologi-di-bidang.html
3.  http://andriyanadam.blogspot.com/2012/09/perkembangan-iptek-dalam-bidang-industri.html

Sabtu, 11 Mei 2013

Hubungan Ekologi dan Kaitannya dnagn Ilmu-Ilmu Lain

Apa Itu Ekologi?
Lima puluh tahun silam hanya sedikit orang yang mendengar kata "ekologi" , dan lebih sedikit lagi yang mengerti arti kata tersebut. Barulah beberapa dasawarsa kemudian ekologi menjadi istlah popular yang trendi. Kata ekologi ditelurkan oleh seorng naturalis bernama Ernst Haeckel pada tahun 1866. Ia menciptakan kata itu dengan menggabungkan oikos, kata Yunani yang berarti umah atau rumah tangga, dengan logos, sebuah kata lain Yunani yang digunakan untuk menyebutkan bidang ilmu apa saja.
maka dapat disimpulkan ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan antara organisme dengan lingkungannya. 



Arah Ekolgi
Pada dasarnya ekologi adalah ilmu dasar yang tidak mempraktekkan sesuatu. Ekologi adalah ilmu tempat mempertanyakan dan menyelidik. Seseorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal sebagai berikut:
  1. Bagaimana alam bekerja
  2. Bagaimana suatu spesies beradaptasi dalam habitatnya
  3. Apa yang mereka perlakukan dari habitatnya itu untuk dapat dimanfaatkan guna melangsungkan kehidupan  
  4. Bagaimana mereka mencukupi kebutuhannya akan unsur hara dan energi
  5. Bagaimana mereke aberinteraksi dengan spesies lainnya
  6. Bagaimana individu-individu dalam spesie lainnya
  7. Bagaimana keindahan ekosistem tercipta



    Ekologi Sebagai Sumber Ilmu

Sesungguhnya ekologi dalam arti proses alam telah dikenal sejak lama, sesuai dengan sejarah manusia. Umpamanya, tumbuhan memerlukan sinar matahari, tanah dan air. Tumbuhan menjadi makanan hewan. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. Demikian pula proses kelahiran, kehidupan, pergantian generasi dan kematian; semuanya telah menjadi pengetahuan manusia. Proses itu berlangsung terus berkesinambungan mengikuti apa yang kita namakan “Hukum Alam”. Ekologi dalam pemahaman kuantitatif relatif masih baru. Umpamanya berapa jumlah sinar matahari, jumlah air dan luasnya tanah untuk satu pohon kelapa? Berapa luas tanah dan padang rumput untuk tiap kambing? Ekologi yang baru, bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif, tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti masalah tersebut di atas.




    Pembagian Ekolog

      Ekologi pada masa kini menjadi luas cakupannya, namun dapat digolongkan menurut bidang   kajiannya :
1.             Auteknologi adalah ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. Biaasanya ditekankan pada aspek siklus hidup, adptasi terhadap lingkungan, sifat parasitis atau non parasitis, dan lain-lain. Misalnya seorang ahli ekologi hanya mengkaji seluk beluk ekologi orang (Pongo pygmeaus) di alam asli, dan sebagainya. 
2.              Sinekologi adalah ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. Sering pula kita dengar dengan istilah lain seperti : ekologi jenis, ekologi populasi, ekologi komunitas, dan ekologi ekosistem. 
3.              Pembagian menurut habitat.
     Ada di antara para pengamat lingkungan yang membuat kajian ekologi menurut habitat     atau   tempat suatu jenis atau kelompok jenis tertentu. Oleh karena itu ada istilah :    Ekologi bahari atau kelautan,   Ekologi perairan tawar,   Ekologi darat atau terrestrial,  Ekologi estuaria (muara sungai ke laut) dan    Ekologi padang rumput 
4.      Pembagian menurut taksonomi, yaitu sesuai dengan sistematika makhluk hidup, misalnya :
                               Ekologi tumbuhan,  Ekologi hewan, seperti ekologi serangga dan ekologi burung dan Ekologi  mikroba,  jasad renik dan sebagainya.



  Hubungan Ekologi Dengan Ilmu Lainnya
Di atas telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi, namun ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya.
 1.    Hubungan Ekologi dengan Ilmu Alam Lainnya
   a.    Ilmu Fisika berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari, perubahan suhu, daya serap  tanah, hujan.
   b.    Ilmu Kimia berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti dalam unsur-unsur C, N, CO2  yang  merupakan bagian penting dalam beberapa reaksi kimia.
  c.    Ilmu Bumi dan Antariksa juga berperan karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi peristiwa-peristiwa siang dan malam, musim kemarau dan musim hujan, gravitasi, endapan aluvial, vulkanik, erosi dan lain-lain.

  2.    Hubungan Ekologi dengan Ilmu Sosial-Budaya dan Ekonomi
Ilmu sosial-budaya sangat penting bila komponen manusia dimasukkan dalam cakupan ekosistem, atau bila kita mempelajari peran ekosistem dalam kehidupan manusia. Lingkungan sosial-budaya dan ekonomi sangatlah penting bagi kesinambungan pembangunan berkelanjutan. Sebab pembangunan dilakukan oleh dan untuk manusia yang hidup di dalam kondisi sosial-budaya dan ekonomi tertentu. Dalam pembangunan faktor ekonomi mendapat perhatian yang seperlunya, karena semua orang sadar bahwa pembangunan tak akan dapat berkelanjutan, apabila ekonomi tidak mendukungnya. Akan tetapi faktor sosial-budaya sering diabaikan. Namun sejarah menunjukkan, faktor sosial-budaya telah menyebabkan tak berkelanjutannya pembangunan dibanyak negara. Misalnya, pembangunan oleh Shah Iran tidak berkelanjutan, karena faktor sosial-budaya tidak dapat mendukungnya. Dan ambruklah kemaharajaan itu.
Demikian pula pembangunan di Srilanka, yang semula dianggap sebagai contoh pembangunan yang baik, kini terancam oleh keambrukan, karena tidak didukung oleh faktor sosial-budaya, yaitu ketidakserasian antara suku Tamil dan suku Singalese. Mengingat hal tersebut faktor sosial-budaya tidak kalah pentingya dari faktor ekonomi dalam menentukan berkelanjutannya pembangunan dan karena itu harus benar-benar diperhatikan dalam pembangunan. Beberapa hal yang dianggap penting diuraikan di bawah ini.

 Gambar 1: Pembangunan Berkelanjutan segitiga - elemen kunci dan interkoneksi (sudut, sisi, tengah).(Sumber: diadaptasi dari Munasinghe 1992a, 1994a).
Pembangunan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidup. Interaksi antara pembangunan dan lingkungan hidup membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Ilmu yang mempelajari interaksi antara pembangunan dan lingkungan hidup disebut ekologi pembangunan. Manusia, baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan merupakan bagian ekosistem. Pandangan holistis inilah yang dipakai dalam ekologi pembangunan.
Pembangunan bertujuan untuk menaikkan tingkat hidup dan kesejahteraan rakyat. Pembangunan tidak saja mengahasilkan manfaat, melainkan juga membawa resiko. Kita dapat melihatnya disekitar kita. Contohnya sungai kita bendung, dengan bendungan itu kita dapatkan manfaat listrik, bertambahnya air pengairan dan terkendalinya banjir. Resikonya ialah tergenangnya kampung, sawah, tergusurnya penduduk dan kepunahan jenis tumbuhan dan hewan. Faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan ialah terpeliharanya proses ekologi yang esensial, tersedianya sumber daya yang cukup, dan lingkungan sosial-budaya dan ekonomi yang sesuai. Ketiga faktor itu tidak saja mengalami dampak dari pembangunan, melainkan juga mempunyai dampak terhadap pembangunan.


Suatu cita-cita besar yang saat ini menjadi tantangan terbesar kita adalah mewujudkan sebuah ekologi yang seimbang, selaras, dan seimbang. Sebuah cita-cita besar yang harus kita wujudkan sebagai penduduk bumi dan juga sebagai mahasiswa .Sebagai mahasiswa kita dapat ikut berperan aktif untuk mewujudkan sebuah lingkungan yang sehat dan tidak merugikan, salah satunya adalah dengan menyadarkan diri sendiri akan pentingnya menjaga bumi ini dari kepunahan dan setelah itu kita dapat mengajak orang lain dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang arti menjaga lingkungan demi kehidupan kelak. Bukan hanya itu, pendekatan yang harus di lakukan adalah memberikan contoh perilaku yang tidak bertentangan dan merugikan ekosistem. Sebagai contoh kecil dari perilaku ini adalah membuang sampah pada tempatnya, mengurangi berkendara dengan kendaraan bermotor sebagai upaya mengurangi polusi udara, dan menggunakan air secara bijaksana sebagai upaya untuk mencegah krisis air bersih.

Source :
David, Burnie. (2005) . Bengkel ilmu ekologi. Jakarta : Erlangga

Jumat, 19 April 2013

Kehidupan di Bumi

Sewaktu masih kecil, pernahkah kita bertanya kepada orang tua, ”Dari mana datangnya bayi?” Apa jawaban mereka? Tergantung pada usia kita dan kepribadian mereka, orang tua kita mungkin mengabaikan saja pertanyaan itu atau menjawab sekadarnya dengan kikuk. Atau, mungkin mereka mengarang-ngarang cerita yang belakangan kita tahu tidak benar. Tentu saja, agar seorang anak benar-benar siap menyongsong kedewasaan dan perkawinan, ia perlu belajar tentang keajaiban reproduksi seksual.
Nah, tapi disini kita tidak membahas tentang reproduksi yaa. Kita akan bahas pertanyaan yang lebih mendasar lagi, dari mana datangnya kehidupan? Jawaban yang berdasar dan masuk akal bisa sangat memengaruhi cara pandang seseorang tentang kehidupan. Jadi, bagaimana kehidupan bermula?


Secara perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer.
Banyak terdapat teori maupun paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan mengenai teori awal mula kehidupan di dunia. Namun semuanya belum dapat memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan jawaban terhadap awal mula kehidupan di muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya berupa dongeng atau mitos belaka. Berikut ini dikemukakan beberapa teori-teori awal mula makhluk hidup di dunia, sebagai bahan kajian kita untuk mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari 243rd National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) pada tanggal 27 Maret kemarin mengemukakan suatu fakta yang mengejutkan. Mereka mengungkapkan bahwa, jutaan tahun lalu, bumi telah dibombardir oleh ribuan meteor dan juga komet. Menurut penelitian mereka, seperti yang dikutip oleh Sciencedaily.com, komet yang jatuh ke bumi membawa air sebagai awal muasal munculnya kehidupan di bumi. 

Bukti lain yang memperkuat bahwa jutaan tahun lalu bumi telah dibombardir oleh komet adalah banyaknya ceruk-ceruk di permukaan bulan. Seperti yand diketahui bulan memiliki jarak yang tidak begitu jauh dari bumi, dan tentu saja, apabila bumi terkena hantaman beribu-ribu komet, maka tidak menutup kemungkinan bulan juga terkena imbasnya. Sebelum komet menghajar bumi, planet ini merupakan planet yang memiliki suhu yang amat sangat panas dan sangat mustahil bagi makhluk hidup untuk mendiami tempat panas seperti bumi.
Evolusionis pertama yang meneliti asal usul kehidupan di abad kedua puluh adalah pakar biologi Rusia, Alexander Oparin. Ia bertujuan menjelaskan bagaimana makhluk bersel satu paling pertama, yang menurut teori evolusi dianggap sebagai nenek moyang semua makhluk hidup, dapat terbentuk.
 
Pada tahun 1930-an, Oparin merumuskan sejumlah teori untuk menerangkan bagaimana sel paling pertama dapat muncul dari benda tak hidup melalui peristiwa alamiah tanpa sengaja, atau secara kebetulan. Namun, usahanya berakhir dengan kegagalan dan Oparin sendiri harus mengakui. Sayangnya, asal-usul sel masih merupakan pertanyaan yang ternyata menjadi bagian paling gelap dari keseluruhan teori evolusi. (Alexander I. Oparin, Origin of Life, (1936) NewYork: Dover Publications, 1953 (Reprint), hlm.196.)
Para evolusionis setelah Oparin melakukan percobaan untuk menemukan penjelasan evolusionis tentang asal-usul kehidupan. Yang terkenal di antaranya dilakukan oleh ahli kimia Amerika, Stanley Miller, pada tahun 1953. Miller berhasil mendapatkan sedikit senyawa organik sederhana dengan mereaksikan gas-gas yang ia yakini terdapat pada atmosfer bumi purba.
Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
  •     Hidup Datangnya dari Tuhan
Pendapat semacam ini kita kenal dengan paham penciptaan khusus atau special creation yang mengandung pengertian bahwa Tuhan langsung turun tangan, kemudian menciptakan hidup di atas Bumi. Bagaimanakah kehidupan itu terjadi? Ilmu biologi yang harus mencari jawaban mengenai persoalan itu, berusaha mencari keterangan dalam taraf dan lingkungannya sendiri. Dengan demikian,  
  •     Teori Kosmozoa  Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi kita dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung dalam meteorit yang jatuh. 
  •   Teori Pfluger Teori ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup
  • Teori Moore Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi ysng cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah hidup.  
  •  Teori Allen Teori ini menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis bumi ini seperti’ keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang difus yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.

  • Teori TransendentalTeori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.

 Evolusi

Perubahan secara bertahap dari semua makhluk hidup itu, terjadi perlahan dan terus – menerus dan kita sebut sebagai evolusi.
1)   sejarah kehidupan bumi
a. Azoikum,
b. Archeozoikum,
c. Proterozoikum,
d. Paleozikum,
e. Mezozoikum, dan
f. Kenozoikum.

2) Teori Evolusi
a.     Lamarck : Evolusi disebaksn karena adanya adaptasi.
  Contoh: Belalai gajah pendek menjadi panjang
b. Darwin : Evolusi disebabkan oleh seleksi alam
       Contoh: karena seleksi alam, bilalai gajah yang pendek yang jaya menjadi Punah.
c.    Weismann : Evolusi masalah genetika
d.     De Vries : Evolusi disebabkan karena mutasi genn.
 Geografi Kehidupan di Bumi dan Manusia Sebagai Salah Satu Makhlik Penghuninya
1) Faktor Lingkungan
Terdiri dari lingkungan abiotik yaitu tanah, air temperature dan iklim di tempat itu, lingkungan biotik adalah lingkungan antara makhluk – makhluk hidup itu sendiri.
   
2) Faktor Sejarah
             Yang menurut sejarah geografi vbumi ini dahulu kala hanya terdiri dari satu benua dan satu samudra. Kemudian retak dan bergeser secra sangat perlahan dan membentuk benu – benua, samudra dan lautan.

3)    Faktor Hambatan      Hambatan itu terdiri antara lain daratan untuk makhluk penghuni lautan yaitu daratan/benua dan daratan yang menyempit seperti Amerika Tengah (Costa Rica). Bagi makhluk daratan, hambatannya adalah lautan dan selat.

Ketiga factor tersebut dapat kita sebut sebagai faktor geografik. Di samping faktor geografik masih ada faktor genetik, baik variasi yang dihasilkan dari perkawinan maupun mutasi genetik.    
               
Sekarang kita beralih ke kehidupan manusia di Indonsia, pertama ada zaman prasejarah. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan.

1. Periodesasi Berdasarkan Geologi
 Periodesasi masa prasejarah berdasarkan ilmu geologi ini dilakukan untuk mengetahui terbentuknya bumi dari masa awal sampai seperti saat kini, melalui lapisan-lapisan bumi. Cabang ilmu yang mempelajari hal-ikhwal usia fosil dan benda-benda purbakala adalah paleontologi; ilmuwannya disebut paleontologis. Melalui lapisan-lapisan bumi kita akan mengetahui usia fosil dan benda-benda purbakala yang ada. Melalui pemeriksaan laboratorium, akan diketahui berapa kira-kira usia bumi beserta makhluk yang pernah menghuninya. Berikut adalah uraian mengenai tahapan-tahapan terciptanya bumi.
  1. Masa Arkaikum (2.500 juta tahun yang lalu) : masa awal pembentukan bumi dari inti sampai kulit bumi. Kondisi bumi pada saat itu belum stabil dan memiliki udara yang sangat panas sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3,8 milyar tahun.
  2. Masa Palaeozoikum (340 juta tahun yang lalu) : Palaeozoikum artinya adalah zaman bumi purba; maksudnya masa ketika pada permukaan bumi mulai terbentuk hidrosfer dan atmosfer. Saat itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme bersel banyak (multiseluler).
  3. Masa Mezoloikum (140 juta tahun yang lalu) :
    Pada zaman Mezoloikum ini bumi mengalami perkembangan yang sangat cepat dengan ditandai munculnya hewan-hewan bertubuh besar, seperti reptilia pemakan daging. Pada masa ini jenis reptilia meningkat jumlahnya, dinosaurus menguasai daratan, ichtiyosaurus berburu di dalam lautan, dan pterosaurus merajai angkasa. Telah muncul pula jenis hewan mamalia (hewan menyusui). Walaupun demikian, zaman ini tetap disebut zaman reptil karena banyaknya populasi reptil yang hidup.
  4. Masa Neozoikum (60 juta tahun yang lalu) :Neozoikum atau kainozoikum artinya zaman baru. Zaman ini dibagi lagi menjadi dua era, yaitu
(1) Zaman Tersier. Setelah zaman reptil raksasa punah, terjadi perkembangan jenis kehidupan lain seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta. Sementara itu, muncul pula fauna laut seperti ikan dan moluska, sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Sedangkan tumbuhan berbunga terus berevolusi menghasilkan banyak variasi seperti semak belukar, tumbuhan merambat, dan rumput.
(2) Zaman Kuarter. Pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan terjadi silih berganti, seiring dengan perubahan cuaca secara global. Zaman Kuarter terdiri dari dua kurun waktu, yakni kala Plestosen dan kala Holosen.
(a) Kala Plestosen: dimulai sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada masa Plestosen paling sedikit telah terjadi 5 kali zaman es (zaman glasial). Pada zaman glasial sebagian besar Eropa bagian utara, Amerika bagian utara, dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen dan Pegunungan Himalaya. Keadaan flora dan fauna yang hidup pada Kala Plestosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang. Dalam kehidupan manusia purba, pada kala inilah muncul manusia purba Pithecanthropus erectus.
(b) Kala Holosen: mulai muncul sekitar 200.000 tahun yang lalu. Manusia modern seperti manusia sekarang, diperkirakan muncul pada kala Holosen ini.
2. Periodesasi Berdasarkan Arkeologi
Pembabakan prasejarah berdasarkan ilmu arkeologi ini bertujuan untuk mengetahui usia manusia purba berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala. Benda-benda tersebut dapat berupa perkakas rumah tangga, patung, coretan di gua-gua, dan fosil purba. Manusia purba menggunakan alat-alat untuk memenuhi kebutuhannya seperti mencari dan mengolah makanan dengan menggunakan perkakas dari batu atau benda-benda alam lainnya yang keras seperti kayu dan tulang.

  1. Zaman Palaeolitikum. Zaman Palaeolitikum artinya zaman batu tua. Zaman ini ditandai dengan penggunaan perkakas yang bentuknya sangat sederhana dan primitif. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini, yaitu hidup berkelompok; tinggal di sekitar aliran sungai, gua, atau di atas pohon; dan mengandalkan makanan dari alam dengan cara mengumpulkan (food gathering) serta berburu. Maka dari itu, manusia purba selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden).
  2.  Zaman Mezolitikum. Zaman Mezolitikum artinya zaman batu madya (mezo) atau pertengahan. Zaman ini disebut pula zaman ”mengumpulkan makanan (food gathering) tingkat lanjut”, yang dimulai pada akhir zaman es, sekitar 10.000 tahun yang lampau.
  3.  Zaman Neolitikum. Zaman Neolitikum artinya zaman batu muda. Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Cara hidup untuk memenuhi kebutuhannya telah mengalami perubahan pesat, dari cara food gathering menjadi food producting, yaitu dengan cara bercocok tanam dan memelihara ternak. Pada masa itu manusia sudah mulai menetap di rumah panggung untuk menghindari bahaya binatang buas
  4.  Zaman Megalitikum. Zaman Megalitikum artinya zaman batu besar. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme merupakan kepercayaan terhadap roh nenek moyang (leluhur) yang mendiami benda-benda, seperti pohon, batu, sungai, gunung, senjata tajam. Sedangkan dinamisme adalah bentuk kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki kekuatan atau tenaga gaib yang dapat memengaruhi terhadap keberhasilan atau kega- galan dalam kehidupan manusia. Dari hasil peninggalannya, dip- erkirakan manusia pada Zaman Megalitikum ini sudah mengenal bentuk kepercayaan rohaniah, yaitu dengan cara memperlakukan orang yang meninggal dengan diperlakukan secara baik sebagai bentuk penghormatan
  5. Zaman Perunggu. Manusia purba Indonesia hanya mengalami Zaman Perunggu tanpa melalui zaman tembaga. Kebudayaan Zaman Perunggu merupakan hasil asimilasi dari antara masyarakat asli Indonesia (Proto Melayu) dengan bangsa Mongoloid yang membentuk ras Deutero Melayu (Melayu Muda). Disebut zaman perunggu karena pada masa ini manusianya telah memiliki kepandaian dalam me- lebur perunggu. 
 saran yang dapat diberikan demi kesejahteraan bumi kita seharusnya kita menjaga dan merawatnya dengan sungguh – sungguh, agar bumi kita tak mudah rusak adapun hal untuk generasi muda kita yang akan datang.




Source :
1. http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1102010343
2. http://nuryandi-cakrawalailmupengetahuan.blogspot.com/2012/07/asal-mula-kehidupan-di-bumi.html#.UXILxkptZ5s
3. http://www.klikharry.com/2013/02/10/periode-zaman-prasejarah-di-indonesia/ 
4. http://awsilvertiger07.blogspot.com/2012/10/asal-mula-kehidupan-di-bumi-serta.html

Rabu, 10 April 2013

Ruang Lingkup IPA

Fetal Alcohol Syndrome 

Fetal Alcohol Syndrome  (FAS), gabungan dari abnormalitas mental, motorik, dan perkembangan yang mempengaruhi anak dari Ibu yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan saat hamil. Alkohol melintasi penghalang plasenta dan dapat akrobat pertumbuhan janin atau berat, membuat wajah khas stigmata, neuron kerusakan dan struktur otak, dan menyebabkan masalah fisik, mental, atau perilaku lainnya.

Pengaruh utama dari FAS adalah permanen kerusakan sistem saraf pusat, terutama ke otak. Sel-sel otak Mengembangkan dan struktur kurang berkembang atau cacat oleh paparan alkohol prenatal, sering menciptakan sebuah array cacat kognitif dan fungsional primer (termasuk memori miskin, defisit perhatian, perilaku impulsif, dan miskin penalaran sebab-akibat) serta cacat sekunder (misalnya , masalah kesehatan mental, dan kecanduan narkoba). Resiko kerusakan otak masing-masing ada selama trimester, karena otak janin berkembang selama kehamilan.

ciri-ciri anak yang terlahir dengan sindrom ini adalah sebagai berikut:

ciri-ciri berikutnya adalah pertumbuhan yang terhambat, defek jantung, terjadi kelainan-kelainan pada perilakunya seperti hiperaktif pada masa anak-anaknya dan irritable pada saat bayi, serta adanya keterlambatan perkembangan tingkat kecerdasan yang mana rata-rata IQ anak yang terkena sindrom ini hanya memiliki rata-rata IQ 63.

Ciri fisik dari seseorang dengan FAS mungkin termasuk salah satu atau semua hal berikut: mata kecil, hidung terbalik pendek, lingkar kepala kecil, bibir atas tipis, langit-langit, kepekaan cahaya, ginjal hipoplasia, leher pendek, dan sendi cacat atau anggota badan. Kemungkinan bahwa paparan pralahir untuk alkohol akan memiliki efek samping, seperti fisik memperlambat pertumbuhan / pengembangan sebelum dan sesudah kesulitan kelahiran, penglihatan atau pendengaran, hiperaktif, kontrol miskin impuls, gugup ekstrim, ketidakmampuan belajar dan rentang perhatian yang pendek

Beberapa kondisi atau karakteristik dapat memodifikasi risiko untuk FAS di antara wanita yang mengkonsumsi jumlah yang cukup alkohol dalam kehamilan. Intervensi perilaku tradisional didasarkan pada teori belajar, yang merupakan dasar untuk orangtua banyak strategi dan intervensi profesional. Pantang dari alkohol selama kehamilan benar-benar mencegah sindrom alkohol janin. Wanita aktif yang minum alkohol berat atau harus menggunakan alat kontrasepsi sangat efektif. Hentikan minum alkohol sama sekali jika Anda berencana untuk hamil. Sindrom alkohol janin benar-benar dapat dicegah pada anak-anak yang ibunya tidak minum selama kehamilan.

Untuk mendiagnosa Fetal Alcohol Syndrome, dokter melihat beberapa karakteristik dasar, seperti berat lahir sangat rendah dan ukuran, bukti keterbelakangan fisik, seperti kepala kecil, mata kecil, membuka mata pendek, keterbelakangan bibir atas, alur antara bibir dan hidung, hidung terbalik dan tulang pipi rata, serta gangguan intelektual. FAS bisa sulit untuk mendiagnosa sebelum dan sesudah kelahiran, mungkin bingung dengan gangguan lain dan tidak memiliki dukungan ilmiah bahwa gangguan lainnya banyak, sehingga sulit untuk menangani.

Tips Pencegahan dan Pengobatan
1. Hindari Alkohol selama kehamilan.
2. Gunakan langkah-langkah kontrasepsi sangat efektif.
3. Intervensi perilaku tradisional didasarkan pada teori belajar.
4. Kehamilan bisa menjadi kesempatan untuk mengatasi penyalahgunaan alkohol secara terbuka.


Source :
1. http://www.news-medical.net/health/What-is-Fetal-Alcohol-Syndrome-(Indonesian).aspx
2. http://www.primehealthchannel.com/fetal-alcohol-syndrome-pictures-symptoms-statistics-and-        treatment.html
3.http://id.prmob.net/sindrom-alkohol-janin/kehamilan/amerika-serikat-1624316.html

Minggu, 07 April 2013

Tujuan Mempelajari Ilmu Alamiah Dasar

Sebelum ke tujuan dari mempelajari ilmu alamiah dasar, kita perlu tahu dulu apa sih itu ilmu alamiah  dasar (IAD) ?  
IAD atau Ilmu Alamiah Dasar merupakan suatu cabang Ilmu Pengetahuan yang sangat mendasar yang mengkaji gejala-gejala pada alam semesta, termasuk muka bumi dan segala isinya dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Manusia merupakan salah satu objek pembahasan dalam ilmu alamiah dasar. Banyak hal yang dapat dibicarakan dengan manusia sebagai objeknya, seperti sifat dasar manusia, perkembangan alam pikiran manusia, perkembangan manusia itu sendiri, dan lain-lain.

Sekarang kita sudah tahu apa itu IAD dai penjelasan di atas. Maka, kita dapat mengetahui tujuan mempelajari ilmu alamiah dasar.  Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Umum adalah agar dapat memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala alam hingga terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari Ilmu Pengetahuan Alam, adapun tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Khusus adalah agar dapat menjelaskan perkembangan naluri kehidupan manusia, dapat menjelaskan perkembangan alam pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan terhadap “rahasia ingin tahu” nya, serta dapat memberi alasan yang diterima mitos dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar yaitu  untuk menciptakan atau mendidik generasi muda agar mampu menjadi calon pemimpin masa depan yang cerdas ,terampil dalam memanfaatkan gajala-gejala alam yang terjadi agar bermanfaat untuk masyarakat , berbudaya, dan mampu berpikir kritis dalam menghadapi suatu masalah ,IAD juga bertujuan menciptakan mahasiswa yang  yang memahami  dan mampu mengatasi masalah dalam interaksi di masyarakat , menciptakan kehidupan yang harmonis diantara seluruh kehidupan,serta menciptakan manusia yang bertanggung jawab atas hak dan kewajibannya  sebagai warga negara  dan juga agar  mahasiswa mampu memahami, menganalisa seluruh  gejala-gejala yang terjadi, dan mempersiapkan diri  menghadapi semua  gejala tersebut,utamanya gejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Disamping tujuan yang telah dikemukakan, Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) mempunyai fungsi antara lain :
([Hari Purnama, 2003: 4] atau [H. Abu Ahmad & A. Supatmo, 1998: vi])
1)Mengembangkan apresiasi IPA dan teknologi kepada mahasiswa non – eksakta.
2)Mendorong dan mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) pada perkembangan diri, ilmu dan profesi pada mahasiswa non – eksakta.

Menurut Abdullah Aly dan Eny Rahma dalam bukunya Ilmu Alamiah Dasar bahwa ruang lingkup IAD adalah sebagai berikut :
1) Alam semesta dan tata surya.
2) Bumi
3) Asal mula kehidupan bumi.

Sedangkan H. Abu Ahmadi dan A. Supatmo mengelompokkan ruang lingkup IAD ke dalam lima pokok bahasan yaitu :
1) Kelahiran alam semesta.
2) Masalah tata surya.
3) Bumi
4) Asal mula kehidupan di bumi.
5) Perkembangan variabilitas

Source :
1. http://andyinis-journal.blogspot.com/2012_05_01_archive.html
2. http://ayaput.blogspot.com/2010/10/pengertian-ilmu-alamiah-dasar.html
3. http://hindudiskusi.blogspot.com/2012/04/ilmu-alamiah-dasar.html