Sabtu, 05 Januari 2013

Makna Keadilan



I.                  Makna  Keadilan
            1.1 Apa itu Keadilan?
            Kata “keadilan” dalam bahasa Inggris adalah “justice” yang berasal dari bahasa latin “iustitia”. Kata “justice” memiliki tiga macam makna yang berbeda yaitu; (1) secara atributif berarti suatu kualitas yang adil atau fair (sinonimnya justness), (2) sebagai tindakan berarti tindakan menjalankan hukum atau tindakan yang menentukan hak dan ganjaran atau hukuman (sinonimnya judicature), dan (3) orang, yaitu pejabat publik yang berhak menentukan persyaratan sebelum suatu perkara di bawa ke pengadilan (sinonimnya judge, jurist, magistrate).
Sedangkan kata “adil” dalam bahasa Indonesia bahasa Arab “al ‘adl” yang artinya sesuatu yang baik, sikap yang tidak memihak, penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan.
            Kesimpulannya, keadilan merupakan suatu hasil pengambilan keputusan yang mengandung kebenaran, tidak memihak, dapat dipertanggung jawabkan, dan memperlakukan setiap orang pada kedudukan yang sama di depan hukum. Keadilan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan. Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan norma-norma, baik norma agama maupun hukum. Keadilan ditunjukkan melalui sikap dan perbuatan yang tidak berat sebelah dan member sesuatu pada orang lain yang menjadi haknya.

            1.2 Macam-macam keadilan dan Contohnya
1.      Keadilan Komutatif (iustitia commutativa) yaitu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi bagiannya berdasarkan hak seseorang (diutamakan obyek tertentu yang merupakan hak seseorang).
           Contoh:
a)   adil kalau si A harus membayar sejumlah uang kepada si B sejumlah yang mereka sepakati, sebab si B telah menerima barang yang ia pesan dari si A.
b)   Setiap orang memiliki hidup.  Hidup adalah hak milik setiap orang,maka menghilangkan hidup orang lain adalah perbuatan melanggar hak dan tidak adil.
2.      Keadilan Distributif (iustitia distributiva) yaitu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi haknya berdasarkan asas proporsionalitas atau kesebandingan berdasarkan kecakapan, jasa atau kebutuhan.
          Contoh:
a)   adil kalau si A mendapatkan promosi untuk menduduki jabatan tertentu sesuai dengan kinerjanya selama ini.
b)   tidak adil kalau seorang pejabat tinggi yang koruptor memperoleh penghargaan dari presiden.
3.      Keadilan legal (iustitia Legalis), yaitu keadilan berdasarkan Undang-undang (obyeknya tata masyarakat) yang dilindungi UU untuk kebaikan bersama (bonum Commune).
          Contoh:
a)   adil kalau semua pengendara mentaati rambu-rambu lalulintas.
b)   adil bila Polisi lalu lintas menertibkan semua pengguna jalan sesuai UU yang berlaku.
4.      Keadilan Vindikatif (iustitia vindicativa) adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejahatannya.
          Contoh:
a)   adil kalau si A dihukum di Nusa Kambangan karena kejahatan korupsinya sangat besar.
b)   tidak adil kalau koruptor hukumannya ringan sementara pencuri sebuah semangka dihukum berat.
5.      Keadilan kreatif (iustitia creativa) adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya berupa kebebasan untuk mencipta sesuai dengan kreatifitas yang dimilikinya di berbagai bidang kehidupan.
          Contoh:
a)   adil kalau seorang penyair diberikan kebebasan untuk menulis, bersyair sesuai denga kreatifitasnya.
b)    tidak adil kalau seorang penyair ditangkap aparat  hanya karena syairnya berisi keritikan terhadap pemerintah.
6.      Keadilan protektif (iustitia protectiva) adalah keadilan yang memberikan perlindungan kepada pribadi-pribadi dari tindakan sewenang-wenang pihak lain.

7.      Keadilan Sosial Menurut Franz Magnis Suseno, keadilan sosial adalah keadilan yang pelaksanaannyatergantung dari struktur proses eknomi, politik, sosial, budaya dan ideologis dalam masyarakat.  Maka struktur sosial  adalah hal pokok dalam mewujudkan keadilan sosial.  Keadilan sosial tidak hanya menyangkut upaya penegakan keadilan-keadilan tersebut melainkan masalah kepatutan dan pemenuhan kebutuhan  hidup yang wajar bagi masyarakat.


Ada delapan Jalur Pemerataan yang merupakan asas keadilan sosial, terdiri dari :
1.      Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan papan ( perumahan ).
2.      Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapatan.
4.      Pemerataan kesempatan kerja.
5.      Pemerataan kesempatan berusaha.
6.      Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembagunan khurusnya bagi generasi muda dan jaum wanita.
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan di wilayah tanah air.
8.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

 Sumber :







Manusia dan Penderitaan



III. Manusia dan Penderitaan
3.1 Pengertian
            Penderitaan berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sansakerta dhra artinya menahan atau menanggung.derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.penderitaan itu dapat lahir atau batin,atau lahir batin.
            Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,ada yang berat ada juga yang ringan.namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energy untuk bangkit bagi seseorang, Atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
            Ditengah-tengah maraknya pengangguran di berbagai negara, rupanya ada saja negara yang seolah mau menunjukkan bahwa di negara mereka pengangguran tidak ada (malah kekurangan tenaga kerja). Jepang (seperti dilansir m.kompas.com) sekarang membuat robot untuk menambah jumlah tenaga kerja di negara ‘Matahari Terbit’ itu. Teknologi untuk itu sudah diupayakan misalnya untuk mengangkat pasien rumah sakit. Apakah hal itu suatu kemajuan atau malah suatu kemunduran?
            Menurut saya menggunakan robot sebagai tenaga kerja harus diantisipasi. Karena sebagai sebuah negara, mempunyai tanggungjawab dalam mengurangi pengangguran di negara lain. Caranya ialah dengan mendatangkan tenaga kerja dari negara lain yang memiliki banyak penganggur – tentunya tenaga kerja yang didatangkan harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Tetapi, ketika mereka mempekerjakan robot, mau dikemanakan tenaga kerja yang sebenarnya tersedia dimana-mana itu?
            saya agak takut bahwa teknologi yang seharusnya membantu manusia justru secara tidak langsung menghancurkan manusia itu sendiri. Seharusnya teknologi tidak menjadi bumerang yang menghancurkan rasa kepedulian sosial. Seharusnya keberadaan robot (sebagai teknologi baru) menjadi peringatan agar manusia menjadi lebih manusiawi dan lebih solider terhadap sesama.
3.2 Dampak Teknologi Terhadap Anak-Anak dan Remaja
Kendati kemajuan teknologi dicicipi oleh semua lapisan masyarakat, namun tidak bisa disangkal bahwa kelompok remaja adalah kelompok yang paling memanfaatkan kemajuan-kemajuan ini. Lihat saja permainan video yang sekarang begitu canggih dan melibatkan tiga dimensi. Disamping itu remaja pun dapat menikmati musik lewat iPod, bercengkerama lewat chatting, sms, email, dan dapat berkreasi sekaligus berkomunikasi lewat FaceBook, dan YouTube. Tidak heran, generasi remaja sekarang dijuluki Generasi M-singkatan dari multi-tasking yang berarti melakukan beberapa hal pada saat bersamaan. Berikut adalah beberapa tanggapan terhadap pengaruh positif maupun negatif kemajuan teknologi pada perkembangan hidup anak.
            Pengaruh Positif
  1. Kemajuan teknologi tidak bisa tidak membuat anak jauh lebih fasih dengan teknologi, terutama teknologi informasi. Sudah tentu semua ini berdampak baik karena kemajuan ini membawa banyak kemudahan seperti kemudahan mendapatkan informasi dan kemudahan menjalin kontak.
  2. Kemajuan teknologi juga telah menciptakan sebuah kolam pergaulan lewat jalur maya. Tidak bisa tidak, anak dapat mengenal dan menjalin hubungan dengan lebih banyak orang dari pelbagai belahan dunia.
  3. Kemajuan teknologi telah menciptakan beragam permainan yang kreatif dan menantang.
Pengaruh Negatif
  1. Kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap bahwa apa yang dibacanya di internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final. Pada faktanya ada begitu banyak hal yang mesti digali lewat proses pembelajaran tradisional dan internet tidak bisa menggantikan kedalaman. Kalau tidak dicermati, maka akan ada kecenderungan bagi generasi mendatang untuk menjadi generasi yang cepat puas dan cenderung berpikir dangkal. Membaca 300 halaman buku yang ditulis secara cermat lewat proses pemikiran yang panjang tidak sama dengan membaca beberapa lembar halaman berisikan kesimpulan di layar komputer. Sebaiknya orangtua terus mendorong anak untuk membaca buku bermutu di samping memanfaatkan informasi dari internet. Juga, secara berkala ajaklah anak berdiskusi sebab proses pengambilan keputusan yang efektif tercapai lewat dialog dua arah. Lewat dialog anak dilatih untuk mendengarkan masukan atau pendapat lain sekaligus memberi respons yang tepat.
  2. Oleh karena kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan. Dengan kata lain, asumsi yang tersirat dalam diri anak adalah bahwa hidup ini seharusnya mudah. Singkat kata, pada akhirnya anak berpacu untuk menyederhanakan masalah dan berupaya menghindari kesukaran. Sudah tentu orangtua tidak perlu melarang anak untuk menikmati kemudahan-kemudahan ini; tugas orangtua di sini adalah mendampingi anak tatkala ia tengah menghadapi kesulitan. Amatilah kecenderungannya untuk mencari jalan pintas dan ajaklah untuk memikirkan alternatif penyelesaian. Doronglah anak untuk bersabar dan menantikan Tuhan dalam menghadapi kebuntuan.
  3. Kemajuan teknologi mempercepat segalanya dan tanpa disadari anak pun dikondisikan untuk tidak tahan dengan kelambanan dan keajegan. Alhasil anak makin hari makin lemah dalam hal kesabaran serta konsentrasi dan cepat menuntut orang untuk memberi yang diinginkannya dengan segera. Hal ini perlu mendapat perhatian orangtua. Sekali lagi, respons yang tepat bukanlah melarang anak untuk memanfaatkan teknologi melainkan mendorongnya untuk berkonsentrasi mendengarkan sesuatu yang bersifat monologis. Juga, ajaklah anak untuk mengembangkan toleransi yang besar terhadap perbedaan-bahwa tidak semua orang dan hal harus berjalan secepat yang diinginkannya.
  4. Kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal. Waktu untuk bercengkerama secara langsung berkurang karena sekarang waktu tersita untuk menikmati semuanya dalam kesendirian. Bahkan permainan pun bersifat individual sehingga makin memperkecil jalinan relasi. Semua ini bisa berdampak negatif terhadap pernikahannya dan relasi kerjanya kelak. Ia terbiasa menjalin relasi tidak langsung lewat jasa on-line, sehingga tidak mudah baginya untuk masuk ke dalam relasi yang mendalam. Dan, kita tahu relasi menuntut kesabaran dan ketabahan. Jadi, doronglah anak untuk tidak mengabaikan pergaulan dengan teman sebab relasi dibangun lewat pergaulan berbagi hidup.               

Sumber :

Manusia dan Cinta Kasih



II. Manusia dan Cinta Kasih
2.1 Pengertian Cinta dan Kasih
Sebelum masuk kepada isi hubungan manusia dengn cinta kasih, mari kita artikan satu persatu drai kata-kata tersebut.
Apa itu Cinta?
Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Apa itu kasih ?
Kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan.
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.


Walaupun cinta kasih mengandung arti yang bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pegertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih luarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
  Cinta memegang peran penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga, dan pemeliharaan anak, hubungan erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusianya menyembah tuhan secara ikhlas, mengikuti perintah-nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
                Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
              Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, pengorbanan, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduannya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsure kasih sayang hilang, misalnya unsure tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai dengan kejujuran, terancamlah rumah tangga itu.
           
            2.2  Contoh Kasus

            Menyatakan cinta terhadap sesama tidak harus dibuktikan dengan katakata kepada semua orang bahwa ia mencintainya, tetapi dibuktikan dengan tindakan yang nyata, tindakan yang orang lain dapat menilainya. Dengan senyum, orang dapat mengetahui bahwa orang yang tersenyum menebarkan kasih kepadanya, misalnya, atau dengan mengajak orang lain bersalaman, berpelukan atau cium pipi maka orang akan merasa bahwa orang tersebut memberinya cinta. Orang juga dapat dikatakan mencintai terhadap sesama ketika orang tersebut ternyata dapat dibuktikan setiap kata-katanya, setiap tindakannya, setiap langkahnya tidak merugikan orang lain, membuat orang lain senang dan membuat setiap orang merasa nyaman dan aman ketika berada disekeliling orang tersebut.           Ini berbeda dengan cinta seorang ibu kepada anaknya, cinta keibuan lebih didasarkan cinta yang bernilai tanggung jawab dan perhatian. Seorang ibu akan merasa bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anaknya, sehingga dengan jalan apapun ia memberikan perhatian, kasih sayang, cinta, dan kebutuhan anaknya yang lain. Ia akan merasa nyaman ketika anaknya merasa nyaman pula, ia akan merasa senang apabila setiap kebutuhan anaknya terpenuhi, ia akan merasa bahagia meskipun ia membanting tulang untuk masa depan anaknya ketika melihat anaknya sukses. Cinta seorang ibu kepada anaknya tidak bernilai materi, tidak pula bernilai timbal balik, cinta seorang ibu tulus kepada anaknya, ia akan rela jatuh bangun memenuhi kebutuhan anaknya, ia akan bahagia ketika anaknya senang meskipun dirinya sendiri sengsara. Cinta seorang ibu melebihi cinta kepada apapun. Sehingga peran ibu menjadi sangat penting dalam menunjang masa depan anak kedepannya. 


Sumber  :

1. http://id.wikipedia.org
2. http://claraakrima.blogspot.com/2012/01/ahadiah-akrima-10511400-1-pa-09-manusia.html